Luna Maya Disuruh Telanjang di Kantor Polisi

Minggu, 06 Februari 2011

Bagikan :
Tidak puas dengan proses peradilan terhadap kekasihnya, Nazriel Ilham alias Ariel ‘Peterpan’, Luna Maya mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jumat (4/2) siang.

Luna juga mengadukan dugaan pelanggaran HAM atau dugaan pelanggaran hak privasi terhadap dirinya yang diterima saat pemeriksaan oleh aparat kepolisian terkait kasus video asusila yang diduga melibatkan dirinya dengan Ariel Peterpan.

Saat datang ke Komnas HAM sekitar pukul 13.35 WIB, Luna didampingi manajernya, Vitalia Ramona. Ia mengendarai Alphard hitam bernomor polisi B 261 UNA.

Dari isi surat undangan via Blackberry Messengger kepada tribunnews.com, Kamis (3/2), disebutkan bahwa Luna menginginkan keadilan di ranah hukum dan pemeriksaan atas dirinya yang disuruh telanjang didepan polisi, terkait kasus pembuatan video porno.

“Teman-teman, saya meneruskan undangan dari para aktivis perempuan. Rencananya mereka akan mendampingi Luna Maya mengadu ke Komnas HAM. Ada pelanggaran HAM dalam proses pengusutan kasus video seks yang diduga melibatkan Luna Maya dan Ariel Peterpan. Selain soal independensi peradilan dan fair trial yang diragukan, juga ada masalah lain. Salah satu masalahnya adalah tindakan polisi yang semena-mena terhadap Luna. Bahkan Luna mengaku, dipaksa telanjang dan dipotret di kantor polisi,” isi surat undangan via Blackberry Messengger kepada tribunnews.com, Kamis (3/2).

Menanggapi pengaduan Luna Maya ke Komnas HAM, pihak kepolisian langsung menanggapi dengan melakukan penyelidikan jika laporan itu benar.

“Soal laporan itu, hak setiap orang, termasuk Luna Maya silakan melapor. Dalam prosedur pelaporan itu, setelah menerima itu kami lakukan pengecekan, penyelidikan, sejauh mana itu mengandung kebenaran,” kata Kepala Biro Penerangan Umum Div Humas Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jumat (4/2).

Yoga menegaskan, bahwa penelanjangan saksi atau tersangka bukan bagian dari prosedur di kepolisian. “Prosedur itu tidak ada,” tandasnya.

Yoga meragukan kabar tersebut. Sebab, ruang pemeriksaan adalah ruang terbuka di dalam kantor kepolisian. “Karena kita semua tidak berada di ruangan itu. Sebaiknya mekanisme dari penelusuran laporan itu, kita selidiki, apakah benar seperti itu,” demikian Yoga.

Ditemui di Komnas HAM usai mengadu, Luna Maya menegaskan, hingga kini dirinya tak percaya dengan vonis yang diperoleh pacarnya, Nazriel Ilham atau Ariel. “Sesaat saya mendengar sendiri, vonisnya tidak masuk akal. Karena penyebar pertama (rekaman video) itu bukan Ariel. Saya minta keadilan,” ungkapnya.

Menurut Luna, vonis Ariel seperti peradilan yang sesat. “Pengadilan fair dong, tidak ada satu pasal yang menjerat kami, katanya kasus ini karena dorongan publik? Kalau diputus 3,5 tahun, kenapa kasus lain yang merugikan banyak pihak (hanya divonis) 1-2 tahun? Apa karena kita public figure, jadi lebih banyak diekspose,” cetusnya.

Menurut Luna, ada pihak yang mengendalikan keadilan untuk dirinya dan kekasihnya. “Karena selama ini, yang didakwakan ke Ariel adalah kelalaian, atau memberikan kesempatan pada penyebar, di situ saja sudah terjadi kesalahan peradilan,” jelas mantan presenter musik Dahsyat ini.

Berbeda dengan Ariel yang telah divonis 3,5 tahun dan denda Rp 250 juta, nasib Luna Maya masih menggantung. Luna boleh dibilang masih was-was lantaran berkas perkaranya masih dalam proses.

Bisa saja Luna senasib dengan sang kekasih jika hakim memutuskan bersalah. Saat ditanya wartawan mengenai hal itu, Luna hanya menjawab singkat. “P21 aja belum,” ujar wanita asal Bali itu usai berdiskusi dengan Aktivis Perempuan dan Aktivis HAM untuk Keadilan di Kantor Komnas HAM.

Menurut Luna, kehadirannya ke Komnas HAM juga untuk melaporkan dugaan adanya pelanggaran HAM dalam kasus dirinya. “Saya mengikuti proses 8 bulan pemeriksaan dengan baik dan selalu patuh, tapi beberapa hal terjadi yang membuat saya berpikir ini tidak benar,” ujar mantan bintang Lux itu.

Luna tidak menjelaskan, detil pelanggaran HAM seperti apa yang dia terima selama menjalani pemeriksaan polisi.

Pengacara Luna Maya, Taufik Basari menganalogikan kasus kliennya seperti video pribadi yang diambil atau dicuri oleh seseorang dan disebarkan tanpa hak.

ref: surya.co.id
Terima kasih atas kunjungan anda. Hubungi kami di redaksi@tahukahkamu.com atau admin@tahukahkamu.com. Silakan keluarkan pendapat anda dengan berkomentar di bawah ini.
PENGUMUMAN
http://3.bp.blogspot.com/_VWGypXyRtgI/TCBXHjeuGgI/AAAAAAAAAZM/H9DXAOmgwBM/s1600/animasi.gif
TahukahKamu.com akan meluncurkan stasiun radio online.

Bagi kamu yang suka ngomong atau hobi cuap-cuap, dipersilakan untuk menjadi DJ radio online ini.

Kami akan kirimkan cara setting komputer kamu untuk bisa siaran via email.

Silakan daftarkan diri kamu melalui formulir "Pendaftaran DJ Tahukah Kamu Radio" atau klik di sini.


Terima kasih.


Klik di sini untuk menghilangkan pengumuman ini

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kode berikut jika ingin menyertakan emoticon:

:))

:)]

;))

;;)

:D

;)

:p

:((

:)

:(

:X

=((

:-o

:-/

:-*

:|

8-}

~x(

:-t

b-(

:-L

x(

=))