Siput Laut yang Mengeluarkan Cahaya

Rabu, 05 Januari 2011

Bagikan :
Beberapa jenis hewan punya cara alami yang unik untuk mengindar dari predator. Misalnya cumi-cumi yang menyemprotkan cairan hitam mengandung zat yang tak disukai pemangsanya atau sigung yang mengeluarkan kentut sangat berbau.

Cara unik menghindari mangsa juga dimiliki spesies siput yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.

Keunikan spesies itu diteliti oleh dua orang ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, Dimitri Deheyn dan Nerida Wilson. Lewat hasil risetnya, peneliti menemukan bahwa cara siput mengemisikan cahaya warna hijau dengan cara yang unik saat menghadapi predator seperti gerakan kepiting dan udang yang berenang.

Peneliti mengatakan, biasanya cahaya diproduksi oleh siput dengan cara mengemisikannya secara terfokus. Namun, siput ini mengemisikan cahaya dengan menyebarkannya secara unik lewat sel cangkang. Hal tersebut membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar. Temuan tersebut dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B.

Wilson mengatakan, "Sangat jarang siput dasar laut bisa mengeluarkan cahaya. Lebih mengejutkan lagi ketika tahu siput ini bisa menggunakan cangkang untuk mengoptimalkan cahayanya yang diproduksinya."
Ia juga menemukan bahwa warna cangkang yang kekuningan tidak mematikan warna cahaya yang diproduksi siput, yakni hijau. Justru, cangkang berperan dalam mendispersikan cahaya warna hijau tersebut.
Deheyn mengatakan, adaptasi siput dalam menggunakan cangkang ini sangat menarik bagi penelitian optik dan bioengineering. Memahami karakteristik cangkang bisa membantu ilmuwan mengembangkan material tertentu yang berfungsi sama.

"Kapasitas difusi cahaya yang kami lihat pada siput ini lebih besar dari materi sejenis lainnya. Fokus selanjutnya adalah memahami mengapa cangkang punya kapasitas tersebut. Ini berpotensi untuk mengembangkan material dengan performa optik yang lebih baik," kata Deheyn.

sumber: sciencedaily.com - kompas.com
Terima kasih atas kunjungan anda. Hubungi kami di redaksi@tahukahkamu.com atau admin@tahukahkamu.com. Silakan keluarkan pendapat anda dengan berkomentar di bawah ini.
PENGUMUMAN
http://3.bp.blogspot.com/_VWGypXyRtgI/TCBXHjeuGgI/AAAAAAAAAZM/H9DXAOmgwBM/s1600/animasi.gif
TahukahKamu.com akan meluncurkan stasiun radio online.

Bagi kamu yang suka ngomong atau hobi cuap-cuap, dipersilakan untuk menjadi DJ radio online ini.

Kami akan kirimkan cara setting komputer kamu untuk bisa siaran via email.

Silakan daftarkan diri kamu melalui formulir "Pendaftaran DJ Tahukah Kamu Radio" atau klik di sini.


Terima kasih.


Klik di sini untuk menghilangkan pengumuman ini

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kode berikut jika ingin menyertakan emoticon:

:))

:)]

;))

;;)

:D

;)

:p

:((

:)

:(

:X

=((

:-o

:-/

:-*

:|

8-}

~x(

:-t

b-(

:-L

x(

=))