Awas! Selain Jantungan, Perokok Juga Bisa Terserang Kanker Lidah

Senin, 31 Januari 2011

Bagikan :
Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah dapat memicu kanker lidah.

Kanker lidah adalah suatu neoplasma malignat yang timbul dari jaringan epitel mukosa lidah dengan selnya berbentuk squamous cell carcinoma (cell epitel gepeng berlapis) dan terjadi akibat ransangan menahun.

Ada juga beberapa penyakit tertentu (premalignant) seperti syphilis dan plumer vision syndrome, leukoplasia, reytoplasia. Kanker ganas ini dapat menginfiltrasi ke daerah sekitar lidah, di samping itu dapat melakukan metastase secara limfogen dan hematogen.

Merokok, menjadi salah satu pemicu kanker lidah, terutama bagi seseorang yang merokok lebih dari dua bungkus per hari. Risiko itu akan meningkat jika mengonsumsi alkohol 6-12 oz sehari.

Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok. Kalau itu terpapar bolak-balik, mekanismenya akan bekerja berlebihan.

Akhirnya orang yang berbakat untuk kanker, sel-selnya berubah menjadi ganas, akhirnya menjadi kanker lidah. Kanker lidah yang sering terjadi adalah tipe karsinoma sel skuamosa, sedangkan untuk jenis lainnya jarang terjadi.

Dokter klinik gigi Klinik Bakti Asih, Pondok Kacang Ciledug Tangerang, drg Tuti Octavira, menjelaskan berdasarkan anatominya, lidah dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu 2/3 depan (anterior) yang dapat digerakkan (termasuk dalam bagian dari rongga mulut) dan 1/3 belakang (posterior) yang tidak dapat bergerak (termasuk dalam bagian orofaring).

“Mereka merupakan satu kesatuan, walaupun berasal dari perkembangan jaringan embrio yang berbeda,” ujar dokter Tuti.

Lebih lanjut dia menjelaskan, insiden kanker lidah meningkat sejalan peningkatan usia. Umumnya terjadi pada usia sekitar 60 tahun, tetapi saat ini telah terjadi pergeseran usia, sehingga banyak ditemukan pada usia lebih muda.

Kebanyakan perokok adalah pria. Tak heran jika pria lebih banyak menderita kanker lidah daripada wanita. Perbandingannya adalah 2:1. Tapi kondisi itu, kata dokter Tuti, juga mulai bergeser karena sudah banyak wanita merokok.

"Kasusnya pun menjadi banyak juga terjadi pada wanita," ungkapnya.

Faktor predisposisi utama terjadinya kanker lidah ini adalah alkohol dan tembakau, selain itu pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai, kebersihan mulut yang buruk, radang kronis dan genetik.

Gejala kanker lidah biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat, mudah berdarah, nyeri lokal, nyeri yang menjalar ke telinga, nyeri menelan, sulit menelan, pergerakan lidah menjadi semakin terbatas.

Pada stadium dini, kanker lidah tidak menimbulkan nyeri dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin gigi. Kanker biasanya tumbuh di bagian pinggir lidah. Hampir tidak pernah di pangkal lidah, kecuali pada seseorang yang pernah menderita sifilis yang tidak diobati selama beberapa tahun.

Karsinoma sel skuamosa pada lidah seringkali tampak seperti luka terbuka (borok) dan cenderung tumbuh ke dalam jaringan di bawahnya. Merokok sigaret lebih mungkin menyebabkan kanker mulut dibandingkan merokok cerutu atau melalui pipa.

Bercak perokok (bintik kecoklatan yang mendatar) bisa timbul di sisi sebuah sigaret atau pipa biasanya diletakkan di bibir. Dengan biopsi, bisa diketahui apakah bercak itu bersifat ganas atau tidak.

"Pada stadium lanjut terjadi kesulitan untuk membuka mulut (trismus) dan adanya pembesaran kelenjar leher," imbuhnnya.

Tuti menuturkan, pencegahan kanker lidah ini, tentunya dengan menghindari sejumlah faktor risiko yang bisa mencetuskan timbulnya kanker lidah tersebut.

Menurut beberapa penelitian, dapat diberikan retinoid untuk pencegahan kanker lidah dari premalignant (awal dari keganasan) menjadi malignant (keganasan), dan juga untuk mencegah timbulnya tumor kembali di tempat berbeda (second primary tumor) dengan cara menstabilisasikan membran mukosa.

Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah ternyata memicu kanker. Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok.

“Kalau itu terpapar bolak-balik mekanismenya akan bekerja berlebihan. Akhirnya orang yang berbakat untuk kanker, sel-selnya berubah menjadi ganas yang akhirnya akan menjadi kanker lidah,” ucap dokter kelahiran Medan, 6 oktober 1981.

Bukan hanya asap rokok, seseorang yang malas menjaga kebersihan mulut dan gigi memiliki resiko terkena kanker lidah, karena kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur, akhirnya berkembang menjadi kanker juga bisa menjadi pemicu dari kanker lidah.

ref: inilah.com
Terima kasih atas kunjungan anda. Hubungi kami di redaksi@tahukahkamu.com atau admin@tahukahkamu.com. Silakan keluarkan pendapat anda dengan berkomentar di bawah ini.
PENGUMUMAN
http://3.bp.blogspot.com/_VWGypXyRtgI/TCBXHjeuGgI/AAAAAAAAAZM/H9DXAOmgwBM/s1600/animasi.gif
TahukahKamu.com akan meluncurkan stasiun radio online.

Bagi kamu yang suka ngomong atau hobi cuap-cuap, dipersilakan untuk menjadi DJ radio online ini.

Kami akan kirimkan cara setting komputer kamu untuk bisa siaran via email.

Silakan daftarkan diri kamu melalui formulir "Pendaftaran DJ Tahukah Kamu Radio" atau klik di sini.


Terima kasih.


Klik di sini untuk menghilangkan pengumuman ini

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kode berikut jika ingin menyertakan emoticon:

:))

:)]

;))

;;)

:D

;)

:p

:((

:)

:(

:X

=((

:-o

:-/

:-*

:|

8-}

~x(

:-t

b-(

:-L

x(

=))