10 Fakta Unik Tentang Sakit Kepala

Senin, 31 Januari 2011

Bagikan :
Apa Kamu memiliki kecenderungan untuk sakit kepala, baik yang berkala ataupun yang kadang-kadang saja? Ada beberapa fakta yang menarik dan mengejutkan tentang sakit kepala pada umumnya. Ada juga tips untuk mencegah dan menyiasatinya. Semua itu terangkum dalam 10 poin berikut.

1. Pergi ke dokter gigi, bukan dokter umum, dapat pecahkan masalah sakit kepala Kamu

Jika Kamu sering mengalami sakit kepala yang tak jelas apa sebabnya, coba ceritakan hal tersebut pada dokter gigi Kamu saat periksa. "Saya menderita sakit kepala yang cukup parah selama bertahun-tahun," kata Gretchen Anderson, 48 tahun, yang tinggal di Eagle, Idaho. "Setelah menjalani tes medis dan meminum obat, saya mengetahui sebabnya: rahang yang bergemeretak di tengah malam. Gigi geraham saya berlubang dan dokter gigi saya bertanya apakah saya mengalami sakit kepala. Duh!" Setelah dokternya memasangkan mouthguard dan ia menjalani latihan relaksasi rahang sebelum tidur, Anderson akhirnya tak mengalami sakit kepala lagi.

2. Sakit kepala di pagi hari dapat ditangkal dengan makan cemilan

Apakah Kamu makan cemilan sebelum tidur? Bila sakit kepala sering menyerang saat pagi datang, cobalah untuk makan cemilan sebelum tidur. "Salah satu kemungkinan penyebab sakit kepala pagi hari adalah kurangnya rendahnya kadar gula darah karena semalaman tak ada asupan gula," jelas Donna Hedgepeth, DC, DACCP, seorang praktisi chiropractor di Raleigh, Carolina Utara. Cemilan yang disarankan olehnya adaah: keju cottage dengan potongan buah, semangkuk sereal yang disajikan dengan susu, seiris keju low fat dan kabin.

3. Akupunktur dapat melenyapkan sakit kepala Kamu selamanya

Sebuah studi terbaru oleh peneliti di University of Rochester menemukan bahwa akupunktur dapat merangsang neurotransmitter yang disebut adenosin yang dapat mematirasakan sel-sel saraf dan melenyapkan rasa sakit secara alami. Akupunktur sangat efektif untuk sakit kepala dan migrain, baik dalam perawatan jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, bila dibandingkan dengan flunarizine, obat migrain yang biasa digunakan, cara ini terbukti lebih efektif dalam mengurangi frekuensi terjadinya migrain dalam empat bulan pertama terapi. Akupunktur juga mampu secara signifikan menurunkan intensitas nyeri.

4. Sakit kepala bisa jadi sinyal SOS dari tubuh Kamu

Jika Kamu terlalu memforsir diri dalam melakukan rutinitas, maka sakit kepala mungkin adalah sinyal dari tubuh Kamu untuk menguranginya. Kebanyakan orang yang menderita sakit kepala, termasuk karena migrain dan tensi, memiliki hubungan yang signifikan antara timbulnya sakit kepala mereka dengan stres dan emosi yang kuat di kehidupannya. Segala sesuatu yang disikapi dengan sangat serius akan memicu stres dan sakit kepala. Untuk menghindari hal tersebut, istirahatlah yang cukup dan peliharalah diri Kamu.

5. Kunjungan pada terapis atau telepon teman baik Kamu bisa mengurangi sakit kepala

Penderita sakit kepala mungkin ingin kepala tidur dengan bantal pemanas dan ibuprofen, tapi berbicara dalam rasa sakit yang Kamu rasakan bisa sama efektifnya. "Penelitian dan praktek klinis yang saya lakukan sangat mendukung manfaat dari terapi perilaku kognitif dan biofeedback untuk mengobati sakit kepala," kata Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, psikolog dan terapis fisik di Wexford, Pennsylvania, dan penulis A Happy You: Ultimate Prescription for Happiness. Pertimbangkan untuk mengunjungi seorang terapis yang khusus sakit kepala dan sakit kronis, atau angkat telepon dan telepon teman Kamu jika sakit kepala menyerang.

6. Migrain bisa jadi tKamu penyakit lainnya

Menurut National Headache Foundation, lebih dari 29 juta orang Amerika menderita sakit kepala migrain, yang bukan hanya menyakitkan dan melemahkan, namun juga merupakan sinyal (adanya) masalah kesehatan lain. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Albert Einstein College of Medicine di Yeshiva University menemukan bahwa orang yang menderita migrain dua kali lebih besar kemungkinannya untuk menderita serangan jantung. Migrain adalah indikasi Kamu harus cek kesehatan pada dokter ataukardiolog karena risiko kardiovaskular bisa jadi sedang mengancam Kamu

7. Wanita mengalami migrain lebih banyak dari laki-laki

Menurut US Department of Health and Human Services, 75 persen dari penderita migrain adalah perempuan dengan kisaran usia antara 20 dan 45. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari setengah migrain yang diderita oleh perempuan terjadi tepat sekitar saat menstruasi atau setelahnya. Jika migrain Kamu konsisten terjadi di sekitar siklus haid Kamu, periksakan ke dokter." Dokter dapat memberikan obat pencegahan yang dapat Kamu gunakan pada saat haid. Kamu juga harus sangat berhati-hati dan mengontrol pemicu lainnya, misalnya menjauhi anggur merah.

8. Obat dapat memperparah sakit kepala

Obat yang Kamu konsumsi untuk meredakan rasa sakit bisa menjadi bumerang untuk diri Kamu. Kondisi ini dikenal sebagai sakit kepala akibat penggunaan obat secara berlebihan dan juga disebut sebagai rebound headache, di mana rasa sakitnya datang dan pergi. Jika Kamu minum obat sakit kepala namun sakitnya semakin parah, yang sering digambarkan sebagai kepala yang semakin tegang, Kamu mungkin mengalami rebound headache. Para ahli mencatat bahwa obat sakit kepala dari triptans, seperti Imitrex, penghilang rasa sakit lain, seperti Vicodin, xanax, bahkan aspirin atau asetaminofen dapat menghasilkan efek rebound, yang berbeda untuk setiap orang. Jika Kamu yakin Kamu mengalami jenis sakit kepala ini, carilah pelayanan kesehatan khusus yang spesialisasinya adalah sakit kepala karena banyak dokter masih awam dengan hal tersebut.

9. Sakit kepala yang mengiringi liburan

Ada dua alasan terjadinya sakit kepala saat liburan. Yang pertama diakibatkan karena tubuh 'kaget' menerima hal yang bukan kebiasaan rutinnya. Umumnya, hal ini terjadi karena kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh. Usahakan Kamu tidak mengalami dehidrasi walau banyak mengeluarkan keringat dengan memperbanyak minum air. Hindari minuman bersoda, teh, dan kopi.

Sakit kepala saat liburan yang kedua mungkin terjadi karena bepergian ke tempat-tempat yang beriklim hangat. Setiap kenaikan suhu 9 derajat, resiko sakit kepala meningkat 7,5 persen. Namun, faktor penyebab sakit kepala bukan hanya iklim yang hangat. Kelembaban tinggi, cuaca dingin yang ekstrim, perbedaan tekanan, dan sinar matahari yang cerah juga merupakan faktor pemicunya.

10. Sakit kepala dapat bersifat genetik

Jangan menyalahkan atasan Kamu untuk sakit kepala yang Kamu derita, salahkan kakek moyang Kamu. Para peneliti di BelKamu menemukan bahwa sakit kepala, terutama migrain, bersifat menurun. Apabila salah seorang anggota keluarga mengalami migrain, maka 56 persen kemungkinan Kamu menderitanya juga. Hal ini disebabkan karena ada sejumlah kecil zat kimia pada otak seperti serotorin yang bersifat menurun.

ref: kapanlagi.com
Terima kasih atas kunjungan anda. Hubungi kami di redaksi@tahukahkamu.com atau admin@tahukahkamu.com. Silakan keluarkan pendapat anda dengan berkomentar di bawah ini.
PENGUMUMAN
http://3.bp.blogspot.com/_VWGypXyRtgI/TCBXHjeuGgI/AAAAAAAAAZM/H9DXAOmgwBM/s1600/animasi.gif
TahukahKamu.com akan meluncurkan stasiun radio online.

Bagi kamu yang suka ngomong atau hobi cuap-cuap, dipersilakan untuk menjadi DJ radio online ini.

Kami akan kirimkan cara setting komputer kamu untuk bisa siaran via email.

Silakan daftarkan diri kamu melalui formulir "Pendaftaran DJ Tahukah Kamu Radio" atau klik di sini.


Terima kasih.


Klik di sini untuk menghilangkan pengumuman ini

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kode berikut jika ingin menyertakan emoticon:

:))

:)]

;))

;;)

:D

;)

:p

:((

:)

:(

:X

=((

:-o

:-/

:-*

:|

8-}

~x(

:-t

b-(

:-L

x(

=))